Agen Tangkas 777 – Tembok Buruk Si Merah Memuluskan Sepak-terjang Basel

Penantian Liverpool akan Liga Champions sudahnya surut sedikit demi sedikit. Daripada mula mereka udah kesusahan menghalangi lawan “gampang” sebagaimana Ludogorets, apalagi pemain bertabur bintang, Real Madrid.test1

Tadi malam mereka pun harus susut tahta di “Liga Malam Jumat”, Liga Europa, selepas cuma main draw 1-1 dengan juara Swiss, Basel.

Liverpool betul2 menunggu kemenangan untuk lolos di babak 16 gede. Tapi sepakan Fabian Frei pada menit ke-25 justru mengintroduksi mimpi buruk mereka. Jalan Liverpool makin terjal saat duel sudah beredar 1 jam. Lazar Markovic, yang baru masuk dalam putaran ke 2 mengoper Rickie Lambert, mesti diusir oleh wasit Bjorn Kuipers.

1 buah gol depakan bebas dari Steven Gerrard dalam menit ke-81 pernah menstimulasi keinginan Liverpool, akan tetapi hal itu enggak cukup untuk mengamankan The Reds ke sesi perdelapanfinal.

Gerrard, yg diistirahatkan akhir pekan lalu, balik dipasang memerankan starter sama Brendan Rodgers. Menuakan kehendak utk unggul, si pemandu diberi peran yg semakin menyerang juga ditempatkan di belakang striker, Lambert.

Menandakan itu meninggalkan Joe Allen serta Lucas pada kondisi dalam depan 4 bek, dgn Jordan Henderson dan Raheem Sterling di sisi kanan serta kiri. Dengan tatanan pemain menyerupai tersebut, pertunjukkan melenceng pula tampak akan memerankan kunci untuk dua fullback mereka.

Adapun persatuan club tamu, mereka hanya menunggu kinerja sama mata dalam lolos (dengan memperhitungkan Ludogorets nggak bakal menang besar menggulung Madrid – yg rasanya enggak butuh berbesar peluang).

Bek berpengalaman usul Argentina, Walter Samuel, disimpan dalam bangku cadangan serta baru main dalam babak kedua. Gelandang Chile, Marcelo Diaz, & striker muda, Bre’ el Embolo, pula bernasib setara dengan Samuel.

Pemandu Paulo Sousa benar2 menyerupai menginstruksikan timnya guna persangkaan bertahan pada babak mula-mula tersebut. Dgn menyandarkan penuh tokoh muda, mereka jelas berniat buat memainkan permainan klise di dalam sepakbola begitu pemain selagi tiba di rumah lawan: ofensif balik. Sekalipun yang tercipta malahan sebaliknya, ia dianggap udah dapat membalas permainan Liverpool yang sebagaimana tanpa arah.

The Kop Terlambat Bergolak

Di putaran pertama Liverpool bertanding guna menyusun kesempatan, akan tetapi sejumlah kesempatan mereka terus-menerus terlihat tergesa-gesa. Walakin dalam ronde ini mereka semakin merangkup bola (sekitar 56%), mereka gak kerap mengunjungi defensi Basel.

Lambert serupa striker tunggal hadir terdampar seorang diri serta hampir tidak memiliki dukungan. Di putaran pertama itu Liverpool benar2 bermain jelek juga sedikit pun tidak mempunyai peluang emas.

Itu ditunjukkan dengan nominal operan di wilayah defensi lawan. Meskipun poin yang dicetak cukup banyak, yaitu 80 operan, akan tetapi hanya 45 operan yg berjaya akurat sasaran. Bila dilihat bertambah rinci pula, operan mereka yang menyatroni arah tengah (menyatroni Lambert) dan ke dalam ruang penalti hampir selalu gagal.

Mirip dgn nominal sepakan ke gawang. Liverpool cuma sanggup menciptakan 3 sepakan dgn dua di antaranya akurat incaran, itupun keduanya jatuh tepat di tengah-tengah pelukan kiper. Bandingkan dengan Basel yg di dalam babak pertama berjaya menciptakan tujuh lesakan.

Gaya mereka memang membaik selesai turun minum. Alberto Moreno serta Markovic dimasukkan utk menambah kecepatan. Jumlah operan pada pertahan Basel kendati bertambah, dgn 90 operan (64 di antaranya akurat sasaran). Namun demikian sesudah Markovic dikeluarkan, comeback tampak bertambah menjadi fatamorgana bagi “Si Merah”.